IDENTIFICATION DIVISION.
PROGRAM-ID. DEVIE-AFRIANIP.
ENVIRONMENT DIVISION.
DATA DIVISION.
WORKING-STORAGE SECTION.
01 ISIMENU.
02 JARI PIC 99V99.
02 LLINGKARAN PIC 99999V99.
02 ALAS PIC 99V99.
02 TINGGI PIC 99V99.
02 LSEGITIGA PIC 99V99.
02 PANJANG PIC 99V99.
02 LEBAR PIC 99V99.
02 LPERPANJANG PIC 99999V99.
01 PILIH PIC 9.
01 HASIL.
02 OHASIL PIC ZZZZZ.99.
SCREEN SECTION.
01 HAPUS-LAYAR.
02 BLANK SCREEN.
01 LAYAR-MENU.
02 LINE 3 COLUMN 20 VALUE 'MENU'.
02 LINE 4 COLUMN 20 VALUE '1). MENGHITUNG LUAS LINGKARAN'.
02 LINE 5 COLUMN 20 VALUE '2). MENGHITUNG LUAS SEGITIGA'.
02 LINE 6 COLUMN 20 VALUE '3). MENGHITUNG LUAS P.PANJANG'.
02 LINE 7 COLUMN 20 VALUE '4). SELESAI/KELUAR'.
02 LINE 10 COLUMN 20 VALUE 'PILIH = '.
01 BDATA.
02 LINE 3 COLUMN 20 VALUE 'PERHITUNGAN '.
02 LINE 4 COLUMN 20 VALUE 'MATEMATIKA'.
02 LINE 5 COLUMN 20 VALUE 'KELAS : 2DB22'.
PROCEDURE DIVISION.
MENU.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
DISPLAY LAYAR-MENU.
ACCEPT PILIH.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
SELEKSI.
IF PILIH = 1 GO TO LINGKARAN.
IF PILIH = 2 GO TO SEGITIGA.
IF PILIH = 3 GO TO PERPANJANG.
IF PILIH = 4 GO TO SELESAI.
SEGITIGA.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
DISPLAY BDATA.
DISPLAY (8, 10)'===MENGHITUNG LUAS SGITIGA==='.
DISPLAY (9, 13) 'ALAS ='.
ACCEPT ALAS.
DISPLAY (10, 13) 'TINGGI ='.
ACCEPT TINGGI.
COMPUTE LSEGITIGA = ALAS * TINGGI / 2.
MOVE LSEGITIGA TO OHASIL.
DISPLAY (12, 14) 'LUAS SEGITIGA = '
DISPLAY (12, 30) OHASIL.
DISPLAY (20, 12) ' '.
STOP 'TEKAN ENTER UNTUK MELANJUTKAN'.
GO TO MENU.
LINGKARAN.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
DISPLAY BDATA.
DISPLAY (8, 10)'===MENGHITUNG LUAS LINGKARAN==='.
DISPLAY (9, 13) 'JARI-JARI : '.
ACCEPT JARI.
COMPUTE LLINGKARAN = 3.14 * JARI * JARI.
MOVE LLINGKARAN TO OHASIL.
DISPLAY (13, 15) 'LUAS LINGKARAN = '.
DISPLAY (13, 30) OHASIL.
DISPLAY (20, 12) ' '.
STOP 'TEKAN ENTER UNTUK MELANJUTKAN'.
GO TO MENU.
PERPANJANG.
DISPLAY HAPUS-LAYAR.
DISPLAY BDATA.
DISPLAY (8, 10)'===MENGHITUNG LUAS PERSEGI PANJANG==='.
DISPLAY (9, 13) 'PANJANG :'.
ACCEPT PANJANG.
DISPLAY (10, 13) 'LEBAR :'.
ACCEPT LEBAR.
COMPUTE LPERPANJANG = PANJANG * LEBAR.
MOVE LPERPANJANG TO OHASIL.
DISPLAY (13, 15) 'LUAS PERSEGI PANJANG = ',
DISPLAY (13, 35) OHASIL.
DISPLAY (20, 12) ' '.
STOP 'TEKAN ENTER UNTUK MELANJUTKAN'.
GO TO MENU.
SELESAI.
STOP RUN.
Senin, 15 November 2010
MEMBUAT MATRIKS DARI PASCAL = (+)(-)
uses crt;
type t = object
m1, m2 : array [1..2,1..2] of integer;
lok : array [1..4] of integer;
procedure input;
procedure tambah;
procedure tampil;
procedure kurang;
end;
var m : t;
i,j,k,pil : integer;
procedure t.input;
begin
clrscr;
writeln (' Input Matrik I');
for i:= 1 to 2 do
begin
for j := 1 to 2 do
begin
write ('Elemen Matrik [',i,',',j,']:');
readln (m1[i,j]);
end;
end;
gotoxy (35,1); writeln('input Matrik II');
k:=2;
for i:= 1 to 2 do
begin
for j := 1 to 2 do
begin
gotoxy (35,k);
inc (k);
write ('elemen Matrik [',i,',',j,']: ');
readln (m2[i,j]);
end;
end;
end;
procedure t.tampil;
begin
writeln;
writeln(' *Matrik I*');
writeln (m1[1,1]:5,m1[1,2]:5);
writeln (m1[2,1]:5,m1[2,2]:5);
gotoxy(35,7);writeln('* Matrik II *');
gotoxy (35,8);writeln (m2[1,1]:5,m2[1,2]:5);
gotoxy (35,9);writeln (m2[1,1]:5,m2[2,2]:5);
readln;
end;
procedure t.tambah;
begin
gotoxy (18,1);writeln ('Hasil Penjumlahan Matrik');
lok[1] := m1[1,1]+m2[1,1];
lok[2] := m1[1,2]+m2[1,2];
lok[3] := m1[2,1]+m2[2,1];
lok[4] := m1[2,2]+m2[2,2];
gotoxy (21,12);writeln (lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (21,13);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
readln;
end;
procedure t.kurang;
begin
gotoxy (4,9);writeln('Hasil Mtarik I - Matrik II ');
lok [1] := m1[1,1]-m2[1,1];
lok [2] := m1[1,2]-m2[1,2];
lok [3] := m1[2,1]-m2[2,1];
lok [4] := m1[2,2]-m2[2,2];
gotoxy (9,11);writeln(lok[1]:1,lok[2]:5);
gotoxy (9,12);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
gotoxy (40,9);writeln ('Hasil Matrik II - Matrik I');
lok [1] := m2[1,1]-m1[1,1];
lok [2] := m2[1,2]-m1[1,2];
lok [3] := m2[2,1]-m1[2,1];
lok [4] := m2[2,2]-m1[2,2];
gotoxy (45,11);writeln (lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (45,12);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
readln;
end;
begin
repeat
clrscr;
gotoxy (25,1);writeln('***** Menu Matrik *****');
gotoxy (25,2);writeln('1. Input Matrik');
gotoxy (25,3);writeln('2. Penjumlahan Matrik');
gotoxy (25,4);writeln('3. Pengurangan Matrik');
gotoxy (25,5);writeln('4. Keluar');
gotoxy (25,6);writeln('*************************');
gotoxy (27,7);write('Pilihan [1..4] :');readln (pil);
case pil of
begin
m.input;
m.tampil;
end;
m.tambah;
m.kurang;
end;
until (pil) = 4;
end.
begin
m.input;
m.tampil;
m.tambah;
end.
type t = object
m1, m2 : array [1..2,1..2] of integer;
lok : array [1..4] of integer;
procedure input;
procedure tambah;
procedure tampil;
procedure kurang;
end;
var m : t;
i,j,k,pil : integer;
procedure t.input;
begin
clrscr;
writeln (' Input Matrik I');
for i:= 1 to 2 do
begin
for j := 1 to 2 do
begin
write ('Elemen Matrik [',i,',',j,']:');
readln (m1[i,j]);
end;
end;
gotoxy (35,1); writeln('input Matrik II');
k:=2;
for i:= 1 to 2 do
begin
for j := 1 to 2 do
begin
gotoxy (35,k);
inc (k);
write ('elemen Matrik [',i,',',j,']: ');
readln (m2[i,j]);
end;
end;
end;
procedure t.tampil;
begin
writeln;
writeln(' *Matrik I*');
writeln (m1[1,1]:5,m1[1,2]:5);
writeln (m1[2,1]:5,m1[2,2]:5);
gotoxy(35,7);writeln('* Matrik II *');
gotoxy (35,8);writeln (m2[1,1]:5,m2[1,2]:5);
gotoxy (35,9);writeln (m2[1,1]:5,m2[2,2]:5);
readln;
end;
procedure t.tambah;
begin
gotoxy (18,1);writeln ('Hasil Penjumlahan Matrik');
lok[1] := m1[1,1]+m2[1,1];
lok[2] := m1[1,2]+m2[1,2];
lok[3] := m1[2,1]+m2[2,1];
lok[4] := m1[2,2]+m2[2,2];
gotoxy (21,12);writeln (lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (21,13);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
readln;
end;
procedure t.kurang;
begin
gotoxy (4,9);writeln('Hasil Mtarik I - Matrik II ');
lok [1] := m1[1,1]-m2[1,1];
lok [2] := m1[1,2]-m2[1,2];
lok [3] := m1[2,1]-m2[2,1];
lok [4] := m1[2,2]-m2[2,2];
gotoxy (9,11);writeln(lok[1]:1,lok[2]:5);
gotoxy (9,12);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
gotoxy (40,9);writeln ('Hasil Matrik II - Matrik I');
lok [1] := m2[1,1]-m1[1,1];
lok [2] := m2[1,2]-m1[1,2];
lok [3] := m2[2,1]-m1[2,1];
lok [4] := m2[2,2]-m1[2,2];
gotoxy (45,11);writeln (lok[1]:5,lok[2]:5);
gotoxy (45,12);writeln(lok[3]:5,lok[4]:5);
readln;
end;
begin
repeat
clrscr;
gotoxy (25,1);writeln('***** Menu Matrik *****');
gotoxy (25,2);writeln('1. Input Matrik');
gotoxy (25,3);writeln('2. Penjumlahan Matrik');
gotoxy (25,4);writeln('3. Pengurangan Matrik');
gotoxy (25,5);writeln('4. Keluar');
gotoxy (25,6);writeln('*************************');
gotoxy (27,7);write('Pilihan [1..4] :');readln (pil);
case pil of
begin
m.input;
m.tampil;
end;
m.tambah;
m.kurang;
end;
until (pil) = 4;
end.
begin
m.input;
m.tampil;
m.tambah;
end.
MASALAH LINGKUNGAN
Perkembangan lingkungan strategis nasional dan internasional yang dihadapi
dewasa ini dan di masa datang mensyaratkan perubahan paradigma kepemerintahan,
pembaruan sistem kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa serta hubungan
antar bangsa yang mengarah pada terselenggaranya kepemerintahan yang baik
(good governance).
Fenomena perubahan mendasar yang dimanifestasikan dengan melahirkan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undangundang
nomor 43 tahun tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian telah
memberikan arah perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kepegawaian
pegawai negeri sipil yang mempunyai implikasi langsung terhadap kesiapan
pengembangan sumber daya manusia, dan ketersediaan sumber daya lainya.
Perubahan tersebut membawa dampak pada perubahan budaya kerja, mau
tidak mau harus dihadapi dan serangkaian adaptasi harus dilakukan terhadap
keberagaman (diversitas) yang mengacu pada perbedaan atribut demografi seperti
ras, kesukuan, gender, usia, status fisik, agama, pendidikan, atau orientasi seksual.
Selain keberagaman (diversitas), tantangan yang cukup kompleks adalah
bagaimana mengubah budaya kerja lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan nilainilai
budaya kerja baru pada seluruh pegawai atas keinginan secara sukarela dan
partisipasi pegawai. Orang tidak akan berubah dengan sendirinya hanya karena
2
diperintah, dan hanya akan berubah kalau dia menginginkannya secara suka rela,
karena menyadari. Dan orang yang bersedia meninggalkan cara lama sangat sedikit
jumlahnya bahkan ketika situasi menjamin sekalipun (O’Neil, Osborn dan Plastrik,
2000:241). Kenyataan selama ini banyak para pemimpin dan aparatur negara bukan
hanya sulit untuk berubah tapi juga sering mengabaikan nilai-nilai moral dan budaya
kerja aparatur negara.
dewasa ini dan di masa datang mensyaratkan perubahan paradigma kepemerintahan,
pembaruan sistem kelembagaan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia
dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan bangsa serta hubungan
antar bangsa yang mengarah pada terselenggaranya kepemerintahan yang baik
(good governance).
Fenomena perubahan mendasar yang dimanifestasikan dengan melahirkan
Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah dan Undangundang
nomor 43 tahun tahun 1999 tentang Pokok-pokok Kepegawaian telah
memberikan arah perubahan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kepegawaian
pegawai negeri sipil yang mempunyai implikasi langsung terhadap kesiapan
pengembangan sumber daya manusia, dan ketersediaan sumber daya lainya.
Perubahan tersebut membawa dampak pada perubahan budaya kerja, mau
tidak mau harus dihadapi dan serangkaian adaptasi harus dilakukan terhadap
keberagaman (diversitas) yang mengacu pada perbedaan atribut demografi seperti
ras, kesukuan, gender, usia, status fisik, agama, pendidikan, atau orientasi seksual.
Selain keberagaman (diversitas), tantangan yang cukup kompleks adalah
bagaimana mengubah budaya kerja lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan nilainilai
budaya kerja baru pada seluruh pegawai atas keinginan secara sukarela dan
partisipasi pegawai. Orang tidak akan berubah dengan sendirinya hanya karena
2
diperintah, dan hanya akan berubah kalau dia menginginkannya secara suka rela,
karena menyadari. Dan orang yang bersedia meninggalkan cara lama sangat sedikit
jumlahnya bahkan ketika situasi menjamin sekalipun (O’Neil, Osborn dan Plastrik,
2000:241). Kenyataan selama ini banyak para pemimpin dan aparatur negara bukan
hanya sulit untuk berubah tapi juga sering mengabaikan nilai-nilai moral dan budaya
kerja aparatur negara.
PENGERTIAN MATRIKS
MATRIKS
Matriks adalah suatu kumpulan besaran (variabel dan konstanta) yang dapat dirujuk melalui indeknya, yang menyatakan posisinya dalam representasi umum yang digunakan, yaitu sebuah tabel persegipanjang. Matriks merupakan suatu cara visualisasi variabel yang merupakan kumpulan dari angka-angka atau variabel lain, misalnya vektor. Dengan representasi matriks, perhitungan dapat dilakukan dengan lebih terstruktur. Pemanfaatannya misalnya dalam menjelaskan persamaan linier, transformasi koordinat, dan lainnya. Matriks seperti halnya variabel biasa dapat dimanipulasi, seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan dan didekomposisikan.
Penjumlahan dan pengurangan matriks
Penjumlahan dan pengurangan matriks dapat dilakukan dengan mengoperasikan komponen matriks pada letak yang sama, atau dilambangkan dengan
atau dalam representasi dekoratfinya
Operasi Dalam Matriks
Dua buah matriks dikatakan sama apabila matriks-matriks tersebut mempunyai ordo yang sama dan setiap elemen yang seletak sama.
Jika A dan B adalah matriks yang mempunyai ordo sama, maka penjumlahan dari A + B adalah matriks hasil dari penjumlahan elemen A dan B yang seletak. Begitu pula dengan hasil selisihnya. Matriks yang mempunyai ordo berbeda tidak dapat dijumlahkan atau dikurangkan.
Jumlah dari k buah matriks A adalah suatu matriks yang berordo sama dengan A dan besar tiap elemennya adalah k kali elemen A yang seletak. Didefinisikan: Jika k sebarang skalar maka kA = A k adalah matriks yang diperoleh dari A dengan cara mengalikan setiap elemennya dengan k. Negatif dari A atau -A adalah matriks yang diperoleh dari A dengan cara mengalikan semua elemennya dengan -1. Untuk setiap A berlaku A + (-A) = 0. Hukum yang berlaku dalam penjumlahan dan pengurangan matriks :
a.) A + B = B + A
b.) A + ( B + C ) = ( A + B ) + C
c.) k ( A + B ) = kA + kB = ( A + B ) k , k = skalar
Hasil kali matriks A yang ber-ordo m x p dengan matriks B yang berordo p x n dapat dituliskan sebagi matriks C = [ cij ] berordo m x n dimana cij = ai1 b1j + ai2 b2j + ... + aip bpj
Transpose Matriks
Yang dimaksud dengan Transpose dari suatu matriks adalah mengubah komponen-komponen dalam matriks, dari yang baris menjadi kolom, dan yang kolom di ubah menjadi baris.
Contoh:
Matriks
A =
ditranspose menjadi AT = 
ditranspose menjadi AT = 
Matriks
B =
ditranspose menjadi BT = 
ditranspose menjadi BT = 
Rumus-rumus operasi Transpose sebagai berikut:
1. ((A)T)T = A
2. (A + B)T = AT + BT dan (A − B)T = AT − BT
3. (kA)T = kAT dimana k adalah skalar
4. (AB)T = BTAT
Determinan
Determinan dari matriks A ditulis dengan A atau det(A) didefinisikan sebagai jumlah semua hasil kali elementer bertanda dari A.
Menghitung determinan dengan reduksi baris
Teorema yaitu Jika A adalah sebarang matriks kuadrat yang mengandung sebaris nol, maka det(A) = 0.
• Jika A’ adalah matriks yang dihasilkan bila baris tunggal A dikalikan oleh konstanta k, maka det(A’) = k det(A)
• Jika A’ adalah matriks yang dihasilkan bila dua baris A dipertukarkan, maka det(A’) = det(A)
• Jika A’ adalah matriks yang dihasilkan bila kelipatan satu baris A ditambahkan pada baris lain, maka det(A’) = det(A)
• Jika A adalah matriks segitiga n x n, maka det(A) adalah hasil kali entri-entri pada diagonal utama det(A) = a11a22…ann
• Jika A adalah matriks yang dapat dibalik, maka A-1 = adj (A) / det (A)
Pada dasarnya ekspansi kolom hampir sama dengan ekspansi baris seperti di atas. Tetapi ada satu hal yang membedakan keduanya yaitu faktor pengali. Pada ekspansi baris, kita mengalikan minor dengan komponen baris pertama. Sedangkan dengan ekspansi pada kolom pertama, kita mengalikan minor dengan kompone kolom pertama.Misalkan ada sebuah matriks A3x3
A = 

maka determinan dari matriks tersebut dengan ekspansi kofaktor adalah,
det(A) = a11
- a21
+ a31
- a21
+ a31
= a11(a22a33 - a23a32) - a21(a21a33 - a23a31) + a31(a21a32 - a22a31)
= a11a22a33 + a21a23a31 + a31a21a32 - a22(a31)2 - (a21)2a33 - a11a23a32
Contoh Soal:
A = 

Tentukan determinan A dengan metode ekspansi kofaktor kolom pertama
Jawab:
det(A) =
= 1
- 4
+ 3
= 1(-3) - 4(-8) + 3(-7) = 8
= 1
- 4
+ 3
= 1(-3) - 4(-8) + 3(-7) = 8Adjoin Matriks 3 x 3
Bila ada sebuah matriks A3x3A = 

Kofaktor dari matriks A adalah
• C11 = 12 C12 = 6 C13 = -16
• C21 = 4 C22 = 2 C23 = 16
• C31 = 12 C32 = -10 C33 = 16
maka matriks yang terbentuk dari kofaktor tersebut adalah

untuk mencari adjoint sebuah matriks, kita cukup mengganti kolom menjadi baris dan baris menjadi kolom
adj(A) =

Senin, 25 Oktober 2010
KEAMANAN DAN KONTROL SISTEM INFORMASI
Keamanan Sistem
Keamanan Sistem mengacu pada perlindungan terhadap semua sumber daya informasi perusahaan dari ancaman oleh pihak-pihak yang tidak berwenang.
Tujuan-tujuan Keamanan ; dimaksudkan untuk mencapai 3 tujuan utama , yaitu :
1. Kerahasiaan, perusahaan berusaha melindungi data dan informasi dari orang-orang yang tidak berhak.
2. Ketersediaan, tujuan CBIS adalah menyediakan data dan informasi bagi mereka yang berwenang untuk menggunakannya.
3. Integritas, semua subsistem CBIS harus menyediakan gambaran akurat dari sistem fisik yang diwakilinya.
Pengendalian Akses ; dicapai melalui suatu proses 3 langkah, yang mencakup :
1. Indentifikasi User.
2. Pembuktian Keaslian User.
3. Otorisasi User.
Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi
Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :
1. Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.
2. Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.
3. Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.
Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :
· Entry data dan pengolahan sederhana.
· Kontrak pemrograman.
· Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.
· Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.
· Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanana atau pemulihan dari bencana.
Pentingnya pengendalian Sistem Informasi
Untuk berfungsi secara efektif dan efisien, sebuah business harus mempunyai sistem informasi manajemen yang valid, akurat, lengkap, tepat waktu dan tepat guna. Dengan demikian manajemen, aktor yang menjadi pemegang peranan penting dari keberhasilan sesuatu perusahaan, dapat mengambil keputusan yang optimal berdasarkan informasi yang dapat diandalkan. Sesuai dengan laju perkembangan teknologi informasi, sistem informasi manajemen masa kini pada umumnya telah didukung oleh komputer di dalam suatu kegiatan usaha adalah sangat tergantung pada situasi dan kondisi dari masing-masing perusahaan. Ada perusahaan yang tidak bisa berfungsi sama sekali kalau komputernya macet, karena memekai sistem informasi manajemen yang sangat bergantung pada komputer (computer dominant firm); dan ada pula perusahaan yang tetap bisa beroperasi seperti biasa, meskipun komputernya musnah terkena bencana, sebab sistem informasi manajemennya memang kurang bergantung pada peran komputer (computer minor firm).
Tugas pengendalian dalam Sistem Informasi yang terdiri dari :
Kontrol proses pengembangan
Model Sistem Informasi Sumber Daya Informasi
Pengertian :
Sistem yang menyediakan informasi mengenai sumber daya informasi perusahaan kepada para pemakai diseluruh perusahaan.
Subsistem Input :
1. Sistem Informasi Akuntansi ; mengumpulkan data internal yang menjelaskan unit jasa informasi dan data lingkungan yang menjelaskan transaksi unit tersebut dengan para pemasoknya.
2. Subsistem Riset Sumber Daya Informasi ; menjelaskan kegiatan yang terdiri dari proyek-proyek riset didalam perusahaan yang selanjutnya menentukan kebutuhan user dan kepuasan user.
3. Subsistem Intelijen Sumber Daya Informasi ; menjelaskan fungsi yang berhubungan dengan pengumpulan informasi dan elemen-elemen di lingkungan perusahaan khususnya elemen-elemen yang berinteraksi dengan jasa informasi.
Elemen-elemen ini meliputi :
· Pemerintah.
· Pemasok.
· Serikat Pekerja.
· Masyarakat Global.
· Pelanggan.Pesaing.
· Masyarakat Keuangan.
· Pemegang Saham.
Subsistem Output :
1. Subsistem Perangkat Keras ; menyiapkan output informasi yang menjelaskan sumber daya perangkat keras. Perangkat Lunak yang digunakan dalam subsistem ini dapat berupa query language, pembuatan laporan dan model matematika.
2. Subsistem Perangkat Lunak ; menyiapkan output informasi yang menjelaskan sumber daya perangkat lunak. Output informasi terutama berbentuk jawaban atas database query dan laporan periodik.
3. Subsistem Sumber Daya Manusia ; menyediakan informasi tentang para spesialis informasi perusahaan.
4. Subsistem Data dan Informasi ; menyiapkan output yang menjelaskan sumber daya data dan informasi yang berada di database pusat.
5. Subsistem Sumber Daya Terintegrasi ; menyatukan informasi yang menjelaskan sumber daya hardware, software, SDM serta data dan informasi.
Mencapai Kualitas Manajemen Jasa Informasi
Konsep TQM (Total Quality Management) sering diasosiasikan dengen proses manufaktur. Namun dasar yang sama dapat diterapkan pada produk dan jasa apapun termasuk yang ditawarkan oleh IS.
Kontrol desain sistem
KOntrol pengoperasian sistem
Kontrol pengoperasian system didasarkan pada struktur organisasional dari departemen operasi, aktivitas dari unit yang ada dalam departemen tersebut.
Kontrol yang memberikan kontribusi terhadap tujuan ini dapat diklasifikasikan menjadi lima area :
Struktur organisasional Kontrol perpustakaan Pemeliharaan peralatan Kontrol lingkungan dan kemanan fasilitas Perencanaan disaster, meliputi area :
· Rencana keadaan darurat (emergency plan)
· Rencana back-up Rencana record penting (vital record plan)
· Rencana recovery (recovery plan)
Jumat, 22 Oktober 2010
Struktur dan Fungsi Utama komputer
Struktur Komputer
Komputer adalah sebuah sistem yang berinteraksi dengan cara tertentu dengan dunia luar. Interaksi dengan dunia luar dilakukan melalui perangkat peripheral dan saluran komunikasi. Dalam buku ini akan banyak dikaji seputar struktur internal komputer. Perhatikan 1.2 , terdapat empat struktur utama:
§ Central Processing Unit ( CPU ), berfungsi sebagai pengontrol operasi komputer dan pusat pengolahan fungsi – fungsi komputer. Kesepakatan, CPU cukup disebut sebagai processor ( prosesor ) saja.
§ Memori Utama, berfungsi sebagai penyimpanan data.
§ I/O, berfungsi memindahkan data ke lingkungan luar atau perangkat lainnya.
§ System Interconnection, merupakan sistem yang menghubungkan CPU, memori utama dan I/O.
Komponen yang paling menarik namun paling kompleks adalah CPU. Struktur CPU terlihat pada gambar 1.2 , dengan struktur utamanya adalah :
§ Control Unit, berfungsi untuk mengontrol operasi CPU dan mengontrol komputer secara keseluruhan.
§ Arithmetic And Logic Unit ( ALU ), berfungsi untuk membentuk fungsi – fungsi pengolahan data komputer.
§ Register, berfungsi sebagai penyimpan internal bagi CPU
§ CPU Interconnection, berfungsi menghubungkan seluruh bagian dari CPU.
Fungsi Komputer
Fungsi dasar sistem komputer adalah sederhana seperti terlihat pada gambar 1.3. Pada prinsipnya terdapat empat buah fungsi operasional, yaitu :
o Fungsi Operasi pengolahan Data
o Fungsi Operasi Penyimpanan Data
o Fungsi Operasi Pemindahan Data
o Fungsi Operasi kontrol
Komputer harus dapat memproses data. Representasi data di sini bermacam – macam, akan tetapi nantinya data harus disesuaikan dengan mesin pemrosesnya. Dalam pengolahan data, komputer memerlukan unit penyimpanan sehingga diperlukan suatu mekanisme penyimpanan data. Walaupun hasil komputer digunakan saat itu, setidaknya komputer memerlukan media penyimpanan untuk data prosesnya. Dalam interaksi dengan dunia luar sebagai fungsi pemindahan data diperlukan antarmuka ( interface ), proses ini dilakukan oleh unit Input/Output ( I/O ) dan perangkatnya disebut peripheral. Saat interaksi dengan perpindahan data yang jauh atau dari remote device, komputer melakukan proses komunikasi data.
Langganan:
Postingan (Atom)